Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2009

Banyak Isu Beredar, Boediono Minta Partai Koalisi Kompak


Jakarta
- Cawapres Boediono meminta partai koalisi pendukungnya berhati-hati menanggapi berbagai isu yang beredar menjelang pilpres. Dia juga mewanti-wanti agar partai pendukung menjaga persatuan dan tetap kompak.

"Saya berharap tetap bersatu. Tolong tetap kompak. Jangan dengarkan isu-isu yang macam-macam menjelang 8 Juli," ujar Boediono, di kantor DPC Karawang Partai Demokrat, Jl Panatayudha, Karawang, Sabtu (20/06/2009).

Boediono menyatakan agar tim koalisi sebagai garda terdepan dapat sama-sama menyukseskan kemenangan SBY-Boediono. "Kemenangan ini adalah sarana untuk membuat negara kita lebih sejahtera, antara lain membentuk kepemerintahan bersih untuk rakyat," ujarnya.

"Sebab, kalau pemerintahan tidak bersih hanya melayani kelompok lain, maka itu tidak ada gunanya," sambung Boediono yang disambut tepuk tangan anggota koalisi.

Sebelumnya, sesaat setelah datang di kantor DPC Karawang Partai Demokrat, Boediono disambut puluhan anggota koalisi. Tak sedikit pula masyarakat yang tumpah ruah menyaksikan kedatangan Boediono. Sebagian mereka meneriakkan yel-yel 'lanjutkan'.

( amd / sho )

JK Janji Terapkan Otonomi Daerah yang Efektif


Jakarta
- Capres Jusuf Kalla (JK) melakukan kampanye di Jayapura, Papua. Dalam kesempatan itu JK berjanji menerapkan otonomi daerah yang efektif jika terpilih.

"Kita ini negara demokratis. Jika saya terpilih, otonomi akan saya terapkan secara efektif," kata JK dalam kampanye dialogis di Gedung Olahraga Cenderawasih, Jayapura, Papua, Sabtu (20/6/2009).

Menurutnya, otonomi yakng efektif adalah pemerintah hanya menentukan standar-standar umumnya saja. Sedangkan detailnya bermula dari bawah, terutama program-program kerakyatan.

"Semuanya dari bawah programnya. Pemerintah hanya mengatur standar-standar menyeluruh saja," kata JK dalam kampanye yang juga dihadiri oleh para pemain Persipura dan supporter Persipura Mania ini.

Dalam kesempatan itu JK juga menyayangkan tidak dimanfaatkannya secara maksimal sumberdaya alam yang kita miliki. "Kita adalah negeri terbaik, punya sumber daya alam yang terbaik. Tapi sayangnya kita kurang pada faktor leadership. Makanya kita harus menentukan leadership yang pro terhadap kepentingan bangsa," kata JK disambut riuh sekitar 3.000 hadirin.

Dalam beerapa kesempatan, JK memang seringkali menegaskan bahwa otonomi yang akan diterapkan bukanlah otonomi yang kepalanya dilepas tapi ekornya dipegang, melainkan otonomi yang diberi kebebasan kepada daerah.

( sho / gah )

Mega-Prabowo Hidupkan Pembangunan Semesta Berencana ala Bung Karno


Jakarta - Pasangan Mega-Prabowo akan melakukan transformasi pembangunan ekonomi dari ekonomi kolonial liberal menjadi ekonomi nasional kerakyatan, dengan menghidupkan kembali pembangunan semesta berencana yang digagas Bung Karno.

Demikian dikatakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Eva Kusuma Sundari, dalam diskusi mingguan di sekretariat Mega Prabowo Media Centre (MPMC) Jln. Prapanca Raya Jakarta, Jum’at (19/6).

Eva menjelaskan, ekonomi kerakyatan adalah ekonomi alternatif yang sangat relevan dengan konstitusi, sementara pembangunan semesta berencana merupakan konsep pembangunan sikap mental rakyat untuk bangkit bersama dan mandiri memenuhi kebutuhannya.

"Jika dibanding dengan konsep neolib sangat bertolak belakang, karena neolib hanya mengejar pertumbuhan dan pendapatan saja," ujar anggota Komisi III DPR ini.

Sementara, di tempat yang sama, Direktur Megawati Institute Arif Budimanta, menyatakan, dalam sistem ekonomi kerakyatan, orientasi kebijakan pemerintah adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti sandang, pangan, kesehatan dan pendidikan.

Realisasinya, antara lain, dengan mengembangkan kredit mikro untuk rakyat kecil, menggenjot produksi pertanian, sekaligus meningkatkan nilai tukar hasil pertanian.
(adv/adv)