Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Juni 2009
Pelita Air Gagal Mendarat di Dumai
Dumai (ANTARA News) - Pesawat Fokker 100 milik Pelita Air dari Jakarta tujuan Bandara Pinang Kampai, Dumai, Senin, gagal mendarat di bandara tersebut karena tebalnya kabut asap.Pesawat tersebut kemudian terpaksa mengalihkan pendaratan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, kata petugas Lalu Lintas Udara Bandara Pinang Kampai Van Baisten Sitanggang."Pesawat Pelita Air dari Jakarta itu hanya berputar-putar diatas bandara, tidak dapat mendarat karena tebalnya kabut asap," ujar Van Baisten Sitanggang.Menurut dia, pesawat yang dicarter perusahaan PT Chevron itu dijadwalkan mendarat di Bandara Pinang Kampai Dumai pada pukul 09.30 wib namun karena tertutupnya landasan udara oleh kabut asap menyebabkan pesawat hanya berputar di atas bandara dan gagal mendarat.Ia mengatakan, pesawat tersebut akhirnya berbalik terbang ke arah Pekanbaru dan hingga pukul 11.45 wib penerbangan ke Dumai belum dibuka.Dijelaskannya sejak pukul 07.00 Wib tadi pagi bandara yang berada di kota minyak itu ditutup untuk penerbangan karena jarak pandang akibat kabut asap dibawah 1.000 meter yang berisiko untuk penerbangan.Sitanggang mengatakan pada Senin ini dijadwalkan tiga pesawat mendarat di bandara tersebut selain pesawat Pelita yang di carter PT Chevron, juga satu pesawat Fokker 100 Pelita Air yang dicarter Pertamina dan pesawat Fokker 50 milik maskapai penerbangan Riau Airlines (RAL)."Dua pesawat Pelita dari Jakarta dan satu pesawat RAL dari Pekanbaru hingga sekarang tidak dapat mendarat di Dumai," ujar Sitanggang.Ia mengatakan, dua pesawat Pelita itu mendarat di bandara SSK II Pekanbaru sedangkan pesawat RAL hingga kini belum menjadwalkan penerbangan ke Dumai karena kuatir kabut asap. Menurut dia, ratusan penumpang tujuan Jakarta dan Pekanbaru hingga kini masih menumpuk di bandara Dumai dan belum ada kejelasan jadwal keberangkatan mereka ke tempat tujuan.Sementara itu, udara Kota Dumai makin siang makin tertutup kabut asap yang sangat tebal dengan jarak pandang dibawah 100 meter. Pengendara sepeda motor dan mobil di daerah itu menghidupkan lampu agar lawan dari arah berlawanan dapat terlihat.Sedangkan lokasi kebakaran di kota tersebut berada di Desa Selingsing, Kecamatan Medang Kampai yakni arah jalan lintas Dumai-Sungai Pakning."Diperkirakan lahan yang terbakar di daerah itu sekitar 100 hektare. Lahan kosong hutan belukar," kata A. rahman salah seorang warga yang tinggal di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis.Ia mengetahui lokasi tersebut terbakar karena desa tetangganya dan saat ke Dumai tadi pagi melewati lahan yang terbakar itu."Asap dari kebakaran sangat tebal menutupi jalan. Kami belum melihat ada petugas kebakaran memadamkan api," katanya yang ditemui di SPBU Dumai saat mengantri mengisi bahan bakar motornya. (*)
Kebakaran Hutan Marak Lagi, Masker Disiapkan
Pekanbaru (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Riau, mulai mendistribusikan masker ke Puskesmas-Puskesmas menyusul maraknya kembali kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap di daerah itu.Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Rini Hermiyati, di Pekanbaru Senin, pembagian masker itu sebagai antisipasi karena dalam beberapa hari terakhir indeks standar pencemaran udara di Provinsi Riau dalam kategori buruk."Setiap Puskesmas mendapatkan jatah 250 masker untuk persediaan dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru," katanya.Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mengemukakan, kebakaran hutan dan lahan di provinsi ini terus meluas.Hotspot (titik api) telah muncul di hutan-hutan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Pelalawan lima titik, Indragiri Hulu lima titik, Kampar dua titik, Rokan Hilir dua titik dan Bengkalis dua titik.Kemudian di Indragiri Hilir tiga titik, Rokan Hulu, Kuantan Singingi dan Kota Dumai masing-masing satu titik.Sedikitnya sudah terjadi 22 titik api kebakaran hutan di Riau berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18.
Kebakaran Hutan Landa Enam Wilayah di Riau
(ANTARA/Grafis)
Pekanbaru (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menyatakan kebakaran hutan dan lahan melanda enam daerah di Provinsi Riau.Hal tersebut disampaikan oleh staf analisa BMKG Pekanbaru, Rahmat di Pekanbaru, Selasa.Rahmat menjelaskan, berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18 diketahui bahwa delapan titik api sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di enam kabupaten di Riau.Enam kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bengkalis satu titik api, Kabupaten Rokan Hulu satu titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Indragiri Hulu satu titik, Kabupaten Indragiri Hilir satu titik api dan Kabupaten Rokan Hilir tiga titik api."Jumlah delapan titik tersebut meningkat dibanding hari sebelumnya yang hanya dua titik api," katanya.BMKG juga memprediksi peluang hujan masih sangat kecil di Riau, dan hal tersebut mengakibatkan tingkat kekeringan dan indeks potensi penyulutan api di Riau masih berada dalam level ekstrem.Terkait itu, BMKG mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka hutan dan lahan dengan cara membakar guna menghindari timbulnya kabut asap. (*)
Pekanbaru (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menyatakan kebakaran hutan dan lahan melanda enam daerah di Provinsi Riau.Hal tersebut disampaikan oleh staf analisa BMKG Pekanbaru, Rahmat di Pekanbaru, Selasa.Rahmat menjelaskan, berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18 diketahui bahwa delapan titik api sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di enam kabupaten di Riau.Enam kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bengkalis satu titik api, Kabupaten Rokan Hulu satu titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Indragiri Hulu satu titik, Kabupaten Indragiri Hilir satu titik api dan Kabupaten Rokan Hilir tiga titik api."Jumlah delapan titik tersebut meningkat dibanding hari sebelumnya yang hanya dua titik api," katanya.BMKG juga memprediksi peluang hujan masih sangat kecil di Riau, dan hal tersebut mengakibatkan tingkat kekeringan dan indeks potensi penyulutan api di Riau masih berada dalam level ekstrem.Terkait itu, BMKG mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka hutan dan lahan dengan cara membakar guna menghindari timbulnya kabut asap. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)